HASIL SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT SEMESTER 1 TAHUN 2025
1. Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)
-
Tahun 2022: 88,43 (Baik Sekali)
-
Tahun 2023: 81,99 (Baik)
-
Tahun 2024: 85,33 (Baik)
-
Tahun 2025: 83,77 (Baik)
Analisis tren:
-
Terjadi penurunan cukup signifikan dari 2022 (88,43) ke 2023 (81,99).
-
Tahun 2024 sempat naik ke 85,33, namun pada 2025 turun sedikit menjadi 83,77.
-
Secara umum IKM masih berada di kategori “Baik”, tetapi belum bisa kembali ke level tertinggi di 2022.
2. Responden
-
Total: 100 orang
-
Laki-laki: 41 orang
-
Perempuan: 59 orang
Analisis:
-
Responden didominasi perempuan (59%).
-
Distribusi ini bisa memengaruhi persepsi layanan, terutama jika layanan Disnakertrans lebih sering digunakan oleh perempuan (misalnya terkait tenaga kerja domestik, pelatihan, atau perlindungan pekerja perempuan).
3. Latar Belakang Pendidikan Responden
-
SD: 2 orang
-
SLTP: 0 orang
-
SLTA: 78 orang (mayoritas)
-
D3: 19 orang
-
S1: 1 orang
Analisis:
-
Mayoritas responden berpendidikan SLTA (78%), artinya persepsi layanan lebih banyak dinilai oleh kelompok dengan pendidikan menengah.
-
Hanya sedikit yang berpendidikan tinggi (S1 hanya 1 orang), sehingga tingkat ekspektasi layanan mungkin berbeda dibanding survei dengan responden mayoritas perguruan tinggi.
4. Periode Survei
-
Januari – Mei 2025
Artinya, survei ini hanya menggambarkan kondisi Semester 1 dan masih bisa berubah pada Semester 2.
⭐ 5. Kesimpulan & Catatan
-
Nilai IKM 2025 = 83,77 (kategori Baik).
-
Masih ada ruang perbaikan karena belum menyentuh kategori “Baik Sekali” (>88).
-
Penurunan dari tahun 2022 menunjukkan perlu evaluasi:
-
Kualitas layanan yang mungkin menurun atau belum sesuai ekspektasi masyarakat.
-
Perlu analisis indikator detail (kecepatan layanan, kepastian biaya, kompetensi petugas, dll.) untuk mengetahui aspek mana yang paling rendah nilainya.
-
-
Dominasi responden berpendidikan SLTA bisa berarti hasil survei lebih merepresentasikan masyarakat umum dibanding akademisi/tenaga profesional.
Rekomendasi:
-
Identifikasi aspek layanan yang paling rendah nilainya dalam SKM untuk dilakukan perbaikan.
-
Tingkatkan kualitas komunikasi layanan (sosialisasi, informasi digital) karena mayoritas responden lulusan SLTA cenderung membutuhkan informasi yang jelas dan mudah dipahami.
-
Perkuat monitoring Semester 2 agar IKM bisa naik kembali ke atas 85 bahkan mendekati 88 (kategori Baik Sekali).
